DETAIL PENGUMUMAN

Public Training Validasi Metode Pengujian Kimia Pada 10-11 Juni 2015

24 Aug 2015

Laboratorium kimia yang melaksanakan fungsi pengujian dengan analisis kimiawi, identik dengan kegiatan pengendalian mutu. Seperti halnya dalam menilai kesesuaian spesifikasi uji atau objek uji, para analis kimia dituntut untuk mampu menghasilkan data yang objektif dengan nilai akurasi dan presisi yang sebaik mungkin. Sebagai pengendali mutu pengujian, dimana data hasil analisis atas objek uji dapat menjadi dasar terjadi atau tidaknya penyimpangan atas spesifikasi objek, bukan berarti laboratorium terbebas dari kesalahan pengujian.

Mengingat pentingnya peran laboratorium pengujian kimia, khususnya terkait kemampuan laboratorium dalam mempertahankan konsistensi serta mengontrol kinerjanya, tentunya presisi serta akurasi data menjadi pertimbangan utama dalam penentuan kesesuaian spesifikasi terhadap objek yang diuji. Sehingga sudah sepantasnya, laboratorium pengujian kimia mampu memberikan jaminan mutu hasil pengujian kepada pelanggannya melalui pemantauan, pemeliharaan, dan pengendalian kualitas kinerja laboratorium tersebut.

Untuk kebutuhan tersebut, Badan Standardisasi Nasional (BSN) kembali mengadakan Public Training mengenai Validasi Metode Uji Kimia. Sebagaimana diketahui salah satu fungsi Pusat Pendidikan dan Pemasyarakatan Standardisasi (Pusdikmas) adalah sebagai pelaksana dan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan standardisasi dan jaminan mutu. Oleh karena itu, Pusdikmas berupaya meningkatkan pengetahuan (improving knowledge) dan keahlian sumber daya manusia di bidang standardisasi melalui penyelenggaraan pelatihan di bidang standardisasi bagi masyarakat penerap dan pemanfaat standar. Sehingga diharapkan pengetahuan dan pemahaman yang benar akan standar dapat mendukung kinerja mereka dalam menghadapi persaingan perdagangan di lingkup nasional maupun internasional.

Pelatihan Validasi Metode Uji Kimia ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 10 – 11 Juni 2015 di Gedung BPPT 2 Lantai 3 Ruang Komisi 3. Pelatihan ini dihadiri oleh 25 peserta dengan instruktur yaitu Ibu Julia Kantasubrata.

Pelatihan ini diawali dengan pembukaan oleh Kepala Sub Bidang Penyelenggara Diklat serta pemaparan singkat mengenai gambaran umum dari validasi metode pengujian kimia. Materi awal yang disampaikan oleh Bu Julia adalah mengenai tinjauan umum yang isinya berupa Ketertelusuran dan Validasi Metode Analisis Kimia. Komunikasi dua arah sangat terbentuk dalam pelatihan ini, hal ini dibuktikan dengan sangat aktifnya para peserta dalam merespon dan bertanya hal-hal yang mereka belum pahami kepada instruktur. Pada materi awal, beberapa istilah dengan aktif ditanyakan para peserta, seperti salah satu peserta yang bertanya mengenai istilah histerisis yang kemudian dijabarkan secara jelas oleh Bu Julia.

  Pelatihan yang berlangsung pada hari kedua lebih komunikatif, karena para peserta diberikan kasus oleh instruktur berupa soal-soal yang langsung dikerjakan dan dihitung oleh mereka baik dengan menggunakan kalkulator scientific ataupun program excel pada laptop yang mereka bawa masing-masing. Pelatihan validasi ini ditutup dengan materi Konfirmasi Identitas pada TLC.