DETAIL PENGUMUMAN

Public Training

13 Jan 2015

Badan Standardisasi Nasional melalui Pusat Pendidikan dan Pemasyarakatan Standardisasi kembali menyelenggarakan pelatihan Audit Internal SNI ISO/IEC 17025:2008 pada tanggal 23-25 September 2014 bertempat di Hotel Menara Peninsula Jakarta.


Pelatihan diikuti oleh 25 peserta dari 17 perusahaan/instansi, diantaranya dari ULPPMHP Pontianak, PT. Hyprowira Adhitama, Dinas Energi dan Sumber daya Mineral Prop.Riau, Dinas Pertambangan dan Energi Prov.Sumsel, BPSB Jawa Tengah, PT. GS Battery, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Bengkulu, Balai Budidaya Air Tawar Mandiangin, Universitas Sriwijaya, PT. Turangga Tosan Indonesia, Balai Budidaya Air Payau Situbondo, Balai K3 Medan, Labkeswan & Vet Sukabumi, PT. Jasa Mutu Mineral Indonesia, PT. Holcim Indonesia, PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, dan Labkesda Kota Tangerang.

Kali ini pelatihan dibawakan oleh Ida Farida, pada hari pertama materi yang disampaikan yaitu Teori Audit Internal Laboratorium,dan Teknik Audit Internal Laboratorium. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa audit adalah salah satu cara untuk mengetahui kesehatan sebuah sistem, berjalan atau tidaknya suatu sistem. Hasil audit menjadi masukan penting bagi manajemen untuk melakukan peningkatan.

Selain materi teori, hari ke-2 pelatihan juga diisi dengan praktek melakukan audit internal. Sejumlah 25 orang peserta pelatihan publik dan Ibu Ida Farida selaku Instruktur pelatihan mengadakan kunjungan ke Balai Besar Industri Agro (BBIA) Bogor. Kunjungan tersebut dalam rangka Praktek Lapangan Pelatihan Publik Audit Internal Sistem Manajemen Laboratorium SNI ISO/IEC 17025:2008. Para peserta disambut dengan sangat hangat oleh Kepala BBIA yaitu Ibu Rohmi. Dipilihnya Laboratorium BBIA ini, karena BBIA merupakan pionir laboratorium di Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 1909 dan pernah meraih penghargaan Pelayanan Publilk Terbaik dan Citra Pelayanan Prima (2006).

 

Pada kesempatan ini peserta dibagi menjadi 4 kelompok yaitu bagian Manajer Puncak, Manajer Administrasi, Manajer Teknis, dan Manajer Mutu.  Masing-masing kelompok disimulasikan sebagai auditor pada tiap bagian dan sebagai auditi adalah dari pihak BBIA. Praktek lapangan ini bertujuan agar peserta dapat mempratekkan bagaimana menjadi seorang auditor. Praktek Audit Internal ini dari mulai membuat perencanaan audit, pembentukan dan kriteria tim audit, membuat daftar periksa, pelaksanaan audit (opening and closing meeting simulation), pelaporan temuan, dan evaluasi audit internal (meninjau keefektifan).

Di hari ke-3, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil audit mereka dan akan ditanggapi oleh kelompok lain yang berperan sebagai auditi. Diskusi menarik berlangsung diantaranya mengenai pengkategorian hasil temuan audit internal (kategori 1, 2, dan 3) apakah diperlukan. Pada dasarnya audit internal hendaknya digunakan sebagai kesempatan untuk mengklarifikasi permasalahan sedemikian hingga organisasi memiliki kesempatan untuk dapat memperbaikinya, tindakan perbaikan merupakan tanggung jawab personel di bagian yang diaudit bukan tanggung jawab auditor internal dan manajer mutu, batas waktu tindakan perbaikan harus sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh organisasi, bila diperlukan auditor internal dapat melakukan audit tindak lanjut untuk memastikan tindakan perbaikan telah diimplementasikan dan efektif.